Rapor Arsenal vs Manchester City: Blunder Fatal Kepa, Wembley Jadi Malam Kelam The Gunners
KABARDARING.ID – Harapan Arsenal untuk mengakhiri puasa trofi kembali pupus. Tampil di final Carabao Cup 2025/2026, The Gunners tumbang 0-2 dari Manchester City dalam laga yang digelar di Wembley Stadium, Minggu (22/3/2026).
Alih-alih pesta juara, malam itu justru berubah menjadi panggung kesalahan—dengan Kepa Arrizabalaga sebagai sorotan utama.
Awal Menjanjikan yang Terbuang
Pasukan Mikel Arteta sebenarnya membuka laga dengan agresif. Dalam tujuh menit pertama, Arsenal hampir unggul, namun kiper City James Trafford tampil luar biasa.
Dua peluang emas Bukayo Saka dan satu kesempatan Kai Havertz digagalkan secara beruntun. Momentum besar itu terbuang—dan di final, momen seperti ini sering berujung penyesalan.
Titik Balik: Kesalahan yang Dibayar Mahal
Dominasi Arsenal di babak pertama tak berarti apa-apa setelah jeda. City mulai mengambil alih kendali.
Gol pertama lahir dari situasi yang seharusnya bisa diantisipasi. Rayan Cherki mengirim umpan berbahaya, yang gagal diamankan sempurna oleh Kepa. Bola liar langsung disambar Nico O'Reilly, mengalahkan reaksi Martin Zubimendi.
Belum sempat bangkit, Arsenal kembali dihukum. Umpan silang Matheus Nunes disambut O’Reilly yang lolos dari kawalan William Saliba dan Saka. Sundulannya mengunci keunggulan City.
Upaya Terlambat
Arsenal mencoba merespons. Declan Rice sempat membuka peluang melalui bola mati, disusul percobaan Riccardo Calafiori yang nyaris berbuah gol.
Peluang terbaik hadir dari sundulan Gabriel Jesus, namun hanya membentur mistar. City tetap solid hingga peluit akhir.
Trofi pun melayang lagi dari genggaman Arsenal.
Rapor Pemain Arsenal
Kiper & Lini Belakang
Kepa Arrizabalaga (2/10)
Malam yang ingin dilupakan. Satu kesalahan fatal berujung gol pembuka, ditambah kartu kuning akibat salah antisipasi. Kepercayaan Arteta terbayar mahal.
Ben White (5/10)
Cukup solid di babak pertama meredam Jeremy Doku, namun mulai goyah setelah jeda. Akhirnya ditarik keluar saat Arsenal butuh tambahan daya serang.
William Saliba (6/10)
Menang duel dengan Erling Haaland, tapi kehilangan fokus terhadap pergerakan pemain lain. Celah itu dimanfaatkan City.
Gabriel Magalhaes (6/10)
Kuat dalam duel fisik, tetapi tidak cukup dominan untuk mengontrol lini belakang secara keseluruhan.
Piero Hincapie (5/10)
Kesulitan menghadapi dinamika serangan sayap City. Terlambat menutup ruang dalam dua momen krusial yang berujung gol. ***