Profil Alex Noerdin, Birokrat Tulen yang Dua Kali Pimpin Sumsel

Mantan Gubernur Sumatera Selatan dua periode, Alex Noerdin, meninggal dunia di RS Siloam Jakarta pada pukul 13.30 WIB/Istimewa
Penulis: Redaksi
Kamis, 26 Februari 2026 | 00:43:14 WIB

KABARDARING.ID - Sumatera Selatan berduka. Mantan Gubernur Sumatera Selatan dua periode, Alex Noerdin, meninggal dunia di RS Siloam Jakarta pada pukul 13.30 WIB. Kabar wafatnya sosok pemimpin visioner ini mengejutkan masyarakat Sumsel yang selama ini mengenalnya sebagai figur pekerja keras dan penuh semangat pengabdian.

Latar Belakang dan Pendidikan

Alex Noerdin lahir di Palembang, Sumatera Selatan, 9 September 1950. Ia merupakan anak ketiga dari tujuh bersaudara pasangan H. Muhamad Noerdin Pandji dan Hj. Siti Fatimah. Sang ayah dikenal sebagai pejuang kemerdekaan yang menanamkan nilai nasionalisme kuat sejak dini.

Pendidikan dasar hingga menengah ditempuh di Palembang. Setelah lulus SMA pada 1969, ia merantau ke Jakarta untuk melanjutkan studi. Ia menyelesaikan pendidikan di Fakultas Teknologi Industri Universitas Trisakti dan meraih gelar insinyur pada usia 30 tahun. Tak berhenti di situ, ia kembali menempuh studi di Fakultas Hukum Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dan memperoleh gelar sarjana hukum pada usia 31 tahun.

Meniti Karier dari Bawah

Kariernya dimulai sebagai pegawai negeri sipil pada 1981 sebagai staf Bappeda Sumatera Selatan. Ia kemudian dipercaya menjabat Kepala Seksi Perhubungan dan Pariwisata, sebelum kariernya terus menanjak di bidang pemerintahan dan perencanaan pembangunan.

Ia pernah menjabat Kepala Cabang Dinas Pariwisata Kota Palembang dan Kabupaten Musi Banyuasin, lalu menjadi Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang pada 1990. Empat tahun kemudian, ia dipercaya sebagai Ketua Bappeda Kota Palembang.

Kariernya berlanjut ke tingkat provinsi sebagai Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumsel dan kemudian Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin.

Dua Periode Pimpin Musi Banyuasin dan Sumsel

Puncak karier politiknya dimulai saat terpilih sebagai Bupati Musi Banyuasin selama dua periode (2001–2006 dan 2007–2012). Di masa kepemimpinannya, ia meluncurkan program Berobat dan Sekolah Gratis yang disebut sebagai salah satu terobosan awal di Indonesia.

Pada 2008, ia terpilih sebagai Gubernur Sumatera Selatan berpasangan dengan Eddy Yusuf untuk periode 2008–2013. Ia kembali dipercaya memimpin Sumsel pada periode 2013–2018 bersama Ishak Mekki.

Di bawah kepemimpinannya, Sumatera Selatan semakin dikenal di tingkat nasional melalui berbagai agenda pembangunan dan penyelenggaraan event berskala besar.

Figur Sentral Golkar Sumsel

Selain di pemerintahan, Alex Noerdin juga dikenal sebagai tokoh penting di Partai Golkar Sumatera Selatan. Di bawah kepemimpinannya, Golkar menjadi salah satu kekuatan politik dominan di daerah tersebut dan melahirkan sejumlah kepala daerah.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Sumatera Selatan. Sosoknya dikenang sebagai birokrat tulen yang meniti karier dari bawah, konsisten dalam pengabdian, serta membawa Sumsel semakin diperhitungkan di tingkat nasional. ***

Reporter: Redaksi