Konsolidasi Guru Rejang Lebong: PGRI Rancang Arah Baru 2025–2030
KABARDARING.ID – Komitmen memperkuat kualitas pendidikan daerah ditegaskan dalam Konferensi Kerja Kabupaten (KONKERKAB) yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Rejang Lebong untuk masa bakti 2025–2030. Forum yang berlangsung di Aula Gedung Guru, Selupu Rejang, Sabtu (14/02) ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus penegasan arah gerak organisasi lima tahun ke depan.
Mengusung semangat peningkatan mutu dan profesionalisme, KONKERKAB tidak hanya membahas agenda internal organisasi, tetapi juga merumuskan strategi konkret menjawab tantangan pendidikan di tingkat daerah. Isu peningkatan kompetensi guru, pemerataan akses pendidikan, hingga penguatan karakter peserta didik menjadi fokus pembahasan utama.
Kegiatan ini dihadiri unsur pemerintah daerah, legislatif, serta pemangku kepentingan pendidikan lainnya. Kehadiran lintas sektor tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi dalam membangun sistem pendidikan yang adaptif dan berdaya saing.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rejang Lebong, Zakaria Efendi, yang juga dipercaya memimpin PGRI setempat, menekankan bahwa organisasi profesi guru harus mampu bergerak selaras dengan kebijakan pembangunan daerah. Menurutnya, guru memegang peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
“PGRI harus menjadi motor penggerak peningkatan kualitas guru sekaligus mitra kritis pemerintah dalam merumuskan kebijakan pendidikan,” tegasnya dalam forum tersebut.
Selain membahas program kerja, forum ini juga menjadi ajang evaluasi capaian periode sebelumnya serta penguatan solidaritas antaranggota. Berbagai lembaga dan perangkat organisasi di bawah naungan PGRI turut menyampaikan pandangan dan rekomendasi demi memperkuat peran organisasi secara menyeluruh.
Melalui KONKERKAB ini, PGRI Rejang Lebong menegaskan komitmennya untuk tidak hanya memperjuangkan kesejahteraan anggota, tetapi juga memastikan peningkatan kualitas pembelajaran di ruang-ruang kelas. Langkah tersebut dipandang sebagai kontribusi nyata dalam menyiapkan generasi masa depan yang tangguh dan berkarakter. ***