BKKBN Perkuat Peran Lansia Lewat Sekolah Lansia, Dorong Tetap Aktif dan Bermartabat
KABARDARING.ID – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup lanjut usia. Sebanyak 75 lansia di Kabupaten Bengkulu Tengah resmi diwisuda melalui program Sekolah Lansia Tangguh (Selantang), Kamis (12/2/2026), di Aula Pondok Bukit Kandis.
Para lansia tersebut berasal dari dua sekolah, yakni Sekolah Lansia Kasih Ibu Desa Sidodadi, Kecamatan Pondok Kelapa sebanyak 43 orang dan Sekolah Lansia Bahagia Desa Padang Ulak Tanjung, Kecamatan Talang Empat sebanyak 32 orang.
Dengan mengenakan toga dan selempang sederhana, para lansia tampak haru sekaligus bangga. Wisuda ini menjadi simbol bahwa usia tidak menjadi penghalang untuk terus belajar, berkembang, dan berkontribusi bagi keluarga maupun masyarakat.
Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Nesianto, S.E., M.M., menegaskan bahwa Sekolah Lansia Tangguh merupakan program strategis BKKBN dalam menghadapi meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia.
“Sekolah Lansia Tangguh bukan sekadar tempat belajar, tetapi wadah untuk membangun lansia yang sehat, mandiri, produktif, dan tetap bermartabat. Lansia harus tetap berdaya dan menjadi bagian penting dalam pembangunan keluarga dan masyarakat,” tegas Nesianto.
Ia menjelaskan, melalui program Bina Keluarga Lansia (BKL), BKKBN membekali peserta dengan kurikulum tujuh dimensi lansia tangguh, meliputi aspek spiritual, fisik, intelektual, emosional, sosial kemasyarakatan, vokasional, dan lingkungan.
Program ini menjadi semakin penting seiring meningkatnya usia harapan hidup masyarakat Indonesia, yang kini mencapai rata-rata 73 tahun. Kondisi tersebut menuntut hadirnya program yang mampu menjaga kualitas hidup lansia agar tetap sehat dan aktif.
Para peserta mendapatkan berbagai pembelajaran, mulai dari menjaga kesehatan, mengelola emosi, memperkuat peran dalam keluarga, hingga meningkatkan kepercayaan diri.
Salah satu peserta, Sl (67), mengaku program ini mengubah cara pandangnya terhadap usia lanjut.
“Dulu saya pikir sudah tidak bisa apa-apa lagi. Tapi sekarang saya merasa lebih sehat, lebih percaya diri, dan merasa masih berguna bagi keluarga,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang SDM dan Kesejahteraan Masyarakat Setda Bengkulu Tengah, H. Eliandes Kori, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada BKKBN yang terus menghadirkan program pemberdayaan lansia hingga ke desa.
Menurutnya, lansia bukan beban, melainkan aset berharga yang memiliki pengalaman dan kebijaksanaan untuk menjadi teladan bagi generasi muda.
Program Sekolah Lansia Tangguh diharapkan terus berkembang dan menjangkau lebih banyak wilayah, sehingga semakin banyak lansia yang tetap sehat, mandiri, dan berdaya di usia senja.
Wisuda ini menjadi bukti nyata bahwa dengan dukungan BKKBN, para lansia tidak hanya menjalani masa tua, tetapi juga mampu menjalani kehidupan yang aktif, bermakna, dan penuh martabat. ***