Perkuat Keandalan Listrik dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Operasional GI 150 kV Manna–Bintuhan Diresmikan

Infrastruktur ketenagalistrikan di Kabupaten Kaur resmi diperkuat dengan beroperasinya Gardu Induk (GI) 150 kV Manna–Bintuhan/Kabardaring
Penulis: Redaksi
Selasa, 10 Februari 2026 | 06:37:59 WIB

KABARDARING.ID – Infrastruktur ketenagalistrikan di Kabupaten Kaur resmi diperkuat dengan beroperasinya Gardu Induk (GI) 150 kV Manna–Bintuhan. Peresmian operasional gardu induk tersebut dilaksanakan pada Senin (9/2/2026) di Desa Kasuk Baru, Kecamatan Tetap, sebagai tonggak penting dalam meningkatkan keandalan pasokan listrik di Bumi Sease Sehijean.

Peresmian ini dihadiri langsung oleh Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos., MAP, bersama Wakil Bupati Abdul Hamid, S.Pd.I, Sekretaris Daerah, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kehadiran gardu induk ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta membuka peluang investasi dan lapangan kerja di Kabupaten Kaur.

Manager PLN UPP Sumbagsel 2, Adi Saputro, menjelaskan bahwa pembangunan GI 150 kV Manna–Bintuhan dimulai sejak tahun 2017 dan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi geografis, faktor sosial ekonomi, hingga kendala teknis. Namun, seluruh proses berhasil diselesaikan pada tahun 2025 berkat sinergi antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Pembangunan gardu induk ini dimulai sejak 2017 dan menghadapi berbagai tantangan, baik geografis, sosial ekonomi, maupun teknis. Alhamdulillah, seluruh proses dapat dituntaskan pada 2025 berkat dukungan semua pihak,” ujar Adi.

Infrastruktur ketenagalistrikan di Kabupaten Kaur resmi diperkuat dengan beroperasinya Gardu Induk (GI) 150 kV Manna–Bintuhan

Ia menjelaskan, jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Manna–Bintuhan memiliki 123 tower dengan panjang mencapai 61,17 kilometer. Gardu induk ini dilengkapi transformator berkapasitas 60 MVA dan enam penyulang untuk melayani kebutuhan listrik masyarakat Kabupaten Kaur.

Meski telah beroperasi sejak 15 Desember 2025, gardu induk tersebut baru diresmikan secara resmi saat ini. Dengan beroperasinya GI tersebut, kemampuan PLN dalam menyalurkan listrik meningkat signifikan. Sebelumnya, tegangan jaringan menengah 20 kV hanya berada di kisaran 16 kV, sehingga tegangan di rumah pelanggan kerap turun hingga 160 volt. Kini, tegangan kembali normal di 20 kV dan stabil di kisaran 210 volt di sisi pelanggan.

Saat ini, PLN melayani sekitar 50.000 pelanggan di Kabupaten Kaur melalui enam penyulang yang diberi nama khas daerah, yakni Kince, Bagar Hiu, Pendap, Lotek, Selimpuk, dan Gelamai, sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal.

Adi Saputro menegaskan bahwa keberadaan gardu induk ini mampu mengurangi potensi pemadaman dan meningkatkan kualitas layanan listrik, meskipun pemeliharaan jaringan tetap dilakukan secara berkala untuk menjaga keamanan dan keandalan sistem.

Sementara itu, Bupati Kaur Gusril Pausi menyampaikan bahwa pembangunan gardu induk ini merupakan hasil perjuangan panjang pemerintah daerah untuk mengatasi keterbatasan daya listrik yang selama ini menjadi kendala pembangunan.

“Kabupaten Kaur sebelumnya mengalami kekurangan daya listrik. Pembangunan gardu induk ini merupakan upaya kami untuk memastikan kebutuhan listrik masyarakat terpenuhi secara optimal,” ujar Bupati.

Ia juga mengungkapkan bahwa berbagai kendala, terutama terkait pembebasan lahan dan Right of Way (ROW), berhasil diselesaikan berkat komitmen PLN dan dukungan pemerintah daerah.

Dengan diresmikannya GI 150 kV Manna–Bintuhan, sistem kelistrikan di Kabupaten Kaur kini semakin andal. Bupati menegaskan bahwa kekurangan daya listrik telah teratasi, sehingga pemadaman akibat keterbatasan daya tidak akan terjadi lagi, kecuali karena faktor teknis atau bencana alam.

Bupati berharap sinergi antara PLN dan Pemerintah Kabupaten Kaur terus diperkuat guna menjaga stabilitas pasokan listrik. Menurutnya, listrik yang andal menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha dan UMKM.

“Dengan listrik yang stabil, aktivitas usaha dapat berjalan lebih lancar dan produktif, sehingga berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. ***

Reporter: Redaksi