Azhari Pasang Badan Untuk Penambang: Jemput Gubernur, Perjuangkan Legalitas Tambang Rakyat

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan dan Bupati Lebong, Azhari ke Desa Lebong Tambang untuk mendengar sendiri suara para penambang/Kabardaring
Penulis: Redaksi
Senin, 09 Februari 2026 | 03:04:11 WIB

KABARDARING.ID – Di tengah ketidakpastian nasib ribuan penambang emas tradisional, Bupati Lebong Azhari tampil di garis depan. Ia tidak tinggal diam. Demi memperjuangkan warganya, Azhari langsung menghadirkan Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, ke Desa Lebong Tambang untuk mendengar sendiri suara para penambang.

Langkah ini menjadi sinyal tegas. Pemerintah Kabupaten Lebong di bawah kepemimpinan Azhari tidak ingin lagi masyarakatnya berjalan tanpa kepastian hukum di tanah sendiri.

“Saya sengaja menghadirkan Pak Gubernur di hadapan para penambang. Mereka ini warga saya. Kita harus cari jalan keluar bersama,” tegas Azhari.

Azhari Bongkar Fakta: Kewenangan Izin Bukan Lagi di Kabupaten

Azhari mengungkapkan fakta penting yang selama ini belum banyak diketahui masyarakat. Berdasarkan regulasi terbaru, kewenangan izin tambang kini berada di tingkat provinsi, bukan lagi di kabupaten.

Namun, alih-alih lepas tangan, Azhari justru memilih bergerak cepat. Ia menjadi jembatan antara masyarakat penambang dan pemerintah provinsi, memastikan aspirasi warga Lebong tidak diabaikan.

“Saya baru tahu banyak wilayah masuk kawasan tertentu, sementara izin ada di provinsi. Karena itu saya hadirkan langsung Pak Gubernur agar persoalan ini jelas,” ujarnya.

Ribuan Penambang adalah Tanggung Jawabnya

Bupati Azhari menyadari, ribuan penambang tradisional menggantungkan hidup dari aktivitas tersebut. Bahkan, sebagian telah menambang secara turun-temurun sejak puluhan tahun lalu.

Ia menegaskan, legalitas tambang rakyat bukan hanya soal izin, tetapi soal masa depan masyarakat Lebong.

“Bagaimanapun mereka adalah warga saya. Mereka harus mendapat kepastian dan perlindungan,” tegasnya.

Azhari juga melihat potensi besar jika tambang rakyat dilegalkan. Selain memberi perlindungan bagi masyarakat, legalitas juga dapat meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kalau selama ini belum ada kontribusi resmi, ke depan kita berharap bisa memberi manfaat nyata bagi daerah,” tambahnya.

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan dan Bupati Lebong, Azhari ke Desa Lebong Tambang untuk mendengar sendiri suara para penambang

Langkah Nyata: Dari Lebong ke Pemerintah Pusat

Upaya Azhari tidak berhenti di dialog. Ia memastikan akan segera menyurati Gubernur Bengkulu sebagai langkah resmi agar aspirasi masyarakat Lebong dapat diteruskan ke Kementerian ESDM.

Langkah ini mendapat respons langsung dari Gubernur Helmi Hasan, yang menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk memperjuangkan legalitas tambang rakyat melalui mekanisme yang berlaku.

Namun bagi masyarakat, satu hal yang paling terasa adalah keberpihakan pemimpin daerah mereka.

Azhari Kirim Pesan Kuat: Pemerintah Harus Hadir untuk Rakyat

Kehadiran Azhari di tengah para penambang bukan sekadar simbolis. Ia menunjukkan bahwa pemerintah daerah hadir dan berdiri bersama rakyatnya, bukan menjauh dari persoalan.

Di tengah tekanan regulasi dan ketidakpastian hukum, langkah Azhari menjadi harapan baru bagi ribuan keluarga penambang di Lebong.

Kini, perjuangan itu telah dimulai. Dan Bupati Lebong, Azhari, berada di barisan paling depan. ***

Reporter: Redaksi