Dikira Untung Rp300 Miliar, Ernest Prakasa Bongkar Fakta di Balik Duit Film Agak Laen 2

Film Agak Laen 2/Ist
Penulis: Redaksi
Senin, 02 Februari 2026 | 05:35:41 WIB

KABARDARING.ID – Film Agak Laen 2 disebut-sebut meraup keuntungan hingga Rp300 miliar. Angka fantastis itu ramai diperbincangkan publik dan memunculkan anggapan bahwa para pembuat filmnya “panen duit”. Namun, Ernest Prakasa justru membantah anggapan tersebut dengan penjelasan yang cukup mengejutkan.

Dalam podcast Daging Talk – Need A Talk bersama Atta Halilintar, Ernest mengungkap bahwa cara publik menghitung keuntungan film selama ini keliru. Menurutnya, pendapatan film tidak bisa disederhanakan hanya dari jumlah penonton dikalikan harga tiket.

“Orang tuh mikirnya simpel: penonton dikali harga tiket. Padahal enggak kayak gitu hitungannya,” kata Ernest.

Ia menjelaskan, dari harga tiket bioskop yang berkisar Rp25 ribu hingga Rp40 ribu, produser film tidak menerima seluruhnya. Pendapatan tersebut terlebih dahulu dipotong pajak, lalu dibagi dua antara pihak bioskop dan pemilik film.

Akibatnya, uang yang benar-benar masuk ke produser hanya berada di kisaran Rp15 ribu hingga Rp18 ribu per penonton. Itupun, lanjut Ernest, masih sebatas omzet kotor.

“Dari situ baru ketahuan omzetnya. Tapi itu belum untung,” tegasnya.

Pasalnya, dari omzet tersebut masih harus dipotong biaya produksi, promosi, hingga pengembalian modal para investor. Ernest menilai, di titik inilah banyak orang salah paham dan mengira semua pendapatan film langsung menjadi keuntungan bersih.

Lebih jauh, Ernest mengungkap fakta lain yang jarang diketahui publik. Ia mengaku tidak pernah menjadi investor mayoritas dalam film-film yang ia garap, termasuk Agak Laen 2.

“Gue enggak kuat sama stresnya. Gambling-nya gede banget. Walaupun PH gue sendiri, kita selalu minority investor,” ungkapnya jujur.

Pengalaman merugi di proyek film sebelumnya membuat Ernest memilih strategi berbagi risiko. Ia sengaja melibatkan investor lain sebagai mitra strategis agar beban dan potensi kerugian tidak ditanggung sendirian.

“Risikonya kita bagi-bagi, potensi pendapatan juga dibagi. Lebih aman,” pungkasnya.

Pernyataan Ernest ini sekaligus membuka mata publik bahwa di balik kesuksesan sebuah film box office, ada hitung-hitungan bisnis yang jauh lebih kompleks dari sekadar angka penonton. ***

Reporter: Redaksi