Garuda Mundur, RHF Bersiap Ganti Pemain di Rute Tanjungpinang–Jakarta
KABAR DARING – Rute udara Tanjungpinang–Jakarta berpotensi kehilangan pemain utamanya. Maskapai nasional Garuda Indonesia dikabarkan akan menghentikan layanan penerbangan dari Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF), menyusul rendahnya tingkat keterisian penumpang.
Meski belum disertai pemberitahuan resmi tertulis, manajemen Bandara RHF mengonfirmasi bahwa sinyal penarikan armada Garuda sudah diterima secara informal.
“Kami sudah mendengar informasinya, termasuk rencana berhenti beroperasi per 9 Februari. Tapi sampai sekarang belum ada surat resmi,” kata General Manager Bandara RHF Muhammad Setiadi Dermawan Wakan, Kamis (22/1/2026).
Jika Garuda benar-benar hengkang, maka rute Tanjungpinang–Jakarta tetap dilayani Citilink, anak usaha Garuda Indonesia, sehingga konektivitas dasar masih terjaga.
Namun perubahan ini menandai pergeseran penting: dari layanan penuh ke model berbiaya rendah. Kondisi tersebut dinilai akan berdampak pada segmen penumpang bisnis dan perjalanan dinas yang selama ini mengandalkan fleksibilitas layanan Garuda.
Menyikapi potensi kekosongan pasar, Bandara RHF menyatakan siap membuka pintu bagi maskapai lain untuk mengisi rute strategis tersebut.
“Kami terbuka. Ada peluang maskapai lain masuk,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Garuda Indonesia Tanjungpinang menyebut keputusan akhir masih menunggu arahan dari kantor pusat.
“Kami masih menunggu kepastian dari pusat,” ujar GM Garuda Tanjungpinang Ikhsan Wartadiredja dikutip Ulasan.co.
Hengkangnya Garuda dari Tanjungpinang menambah daftar rute regional yang mulai ditinggalkan maskapai layanan penuh. Sekaligus menjadi sinyal bahwa peta bisnis penerbangan domestik tengah bergeser. ***