Black Box ATR Teridentifikasi di Jurang Bulusaraung, Terperosok 131 Meter dari Puncak

Tim SAR melakukan persiapan pendakian menuju titik lokasi ekor pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulsel, Rabu (21/1/2026). Black box diduga berada di dalam bagian ekor pesawat. (Sumber Foto: Dok. ANTARA)
Penulis: Redaksi
Rabu, 21 Januari 2026 | 13:58:00 WIB

KABAR DARING – Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) memastikan telah mengidentifikasi lokasi flight recorder (black box) pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Perangkat vital tersebut diyakini berada di bagian ekor pesawat yang terperosok ke jurang sedalam 131 meter dari puncak gunung.

Kepastian lokasi black box disampaikan Kasi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, setelah tim melakukan pemetaan awal di area reruntuhan pesawat.

“Iya, pasti di ekor pesawat. Black box berada di situ,” ujar Andi Sultan, Rabu (21/1/2026).

Menurut Andi, saat ini Tim SAR masih melakukan persiapan teknis dan logistik sebelum bergerak menuju titik lokasi ekor pesawat. Medan ekstrem menjadi tantangan utama, mengingat posisi bangkai pesawat berada di jurang curam dengan vegetasi hutan yang rapat dan jalur sempit.

“Tim sementara persiapan menuju lokasi dengan membawa peralatan,” jelasnya.

Ia menegaskan, lokasi ekor pesawat berada pada kontur yang sangat berisiko sehingga pergerakan personel harus melalui perhitungan matang demi keselamatan tim.

“Yang jelas, posisinya 131 meter dari puncak Bulusaraung,” kata Andi.

Dari posko induk menuju titik ekor pesawat, tim membutuhkan waktu tempuh sekitar empat jam melalui jalur pendakian yang terjal, berbatu, dan rawan longsor.

“Perjalanan ke lokasi paling lama sekitar empat jam,” tambahnya.

Pesawat ATR 42-500 tersebut dilaporkan hilang kontak sebelum akhirnya ditemukan jatuh di kawasan hutan pegunungan Bulusaraung pada Sabtu (17/1/2026), saat melayani penerbangan rute Yogyakarta–Makassar.

Berdasarkan manifes penerbangan, pesawat mengangkut 10 orang, terdiri dari 7 kru dan 3 penumpang. Hingga Selasa malam (20/1), Tim SAR telah berhasil mengevakuasi dua jenazah, masing-masing satu laki-laki dan satu perempuan.

Pencarian korban lainnya serta upaya evakuasi black box masih terus dilanjutkan, dengan fokus utama pada keselamatan personel di tengah medan ekstrem Gunung Bulusaraung. ***

Reporter: Redaksi