Lomba Murai Nasional Gagal Total, Panitia Menghilang, Peserta Rugi Jutaan

Lomba burung berkicau Murai Batu bertajuk Seduluran Murai Mania (SMM) Goes to Bengkulu Feat Pasya SF di Lapangan Wahana Surya, Kabupaten Bengkulu Tengah, Minggu (18/1/2026), berakhir kacau/Kabardaring
Penulis: Redaksi
Senin, 19 Januari 2026 | 09:59:00 WIB

KABARDARING — Lomba burung berkicau Murai Batu bertajuk Seduluran Murai Mania (SMM) Goes to Bengkulu Feat Pasya SF di Lapangan Wahana Surya, Kabupaten Bengkulu Tengah, Minggu (18/1/2026), berakhir kacau. Acara nasional yang menyedot peserta lintas provinsi itu batal tanpa kepastian, menyisakan kerugian materi dan kekecewaan mendalam.

Ironisnya, hingga waktu pelaksanaan terlewati, panitia inti justru tidak berada di lokasi. Perlombaan yang dijadwalkan mulai pukul 10.30 WIB tidak kunjung digelar hingga lewat pukul 11.30 WIB, tanpa satu pun penjelasan resmi yang jelas kepada peserta.

Peserta yang datang dari berbagai daerah terpaksa menunggu tanpa kepastian, sementara upaya konfirmasi kepada penyelenggara tidak membuahkan hasil. Pihak SMM kemudian menyatakan bahwa ketua panitia tidak berada di tempat dan tidak dapat dihubungi.

Situasi ini memicu kemarahan peserta. Wahyu, salah satu peserta, menilai pembatalan tersebut sebagai bentuk kelalaian serius.


“Ini event nasional, bukan lomba kecil. Tiket utama nilainya lebih dari Rp4 juta. Tapi panitia justru tidak ada di lokasi,” tegasnya.

Nada kritik lebih keras disampaikan Wakil Walikota Bengkulu, Ronny PL Tobing. Ia menilai alasan yang disampaikan pihak SMM sebagai bentuk lempar tanggung jawab.


“Di brosur tertulis jelas Seduluran Murai Mania Goes to Bengkulu. Tidak bisa tiba-tiba beralasan hanya sebagai juri. Peserta tidak tahu-menahu urusan internal penyelenggara,” ujarnya.

Menurut Ronny, kegagalan acara ini bukan hanya merugikan peserta secara finansial, tetapi juga mencederai kepercayaan komunitas kicau mania terhadap Bengkulu sebagai tuan rumah event nasional.
“Peserta datang dari Sumbar, Jambi, Lampung, bahkan Pulau Jawa. Ini bukan sekadar lomba gagal, ini merusak nama daerah,” katanya.

Panitia Absen, Acara Lumpuh

Humas SMM, KJ Novi, mengakui bahwa absennya ketua panitia membuat lomba tidak dapat dijalankan. Ia menyebut pihaknya telah mencoba menghubungi panitia penanggung jawab, namun tidak mendapat respons.

Peserta saat menyampaikan kekesalannya batalnya lomba tersebut

“Kami hanya bertugas di lapangan sebagai juri. Ketua panitia yang bertanggung jawab penuh tidak ada. Sampai lewat batas toleransi, tidak ada kejelasan,” ungkap Novi.

Ia menegaskan, sesuai standar lomba, keterlambatan maksimal hanya sampai pukul 11.00 WIB. Setelah itu, kegiatan dinyatakan tidak bisa dilanjutkan.

Ketua Panitia Dirawat, Peserta Tanpa Kepastian

Di tengah kekacauan tersebut, beredar informasi bahwa HP, yang disebut sebagai ketua panitia, sedang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kota Bengkulu. Informasi ini diketahui peserta dari unggahan media sosial yang viral.

Hingga Minggu malam, belum ada keterangan resmi terkait kondisi HP maupun penjelasan terbuka mengenai tanggung jawab panitia terhadap kerugian peserta.

Sampai berita ini diturunkan, tidak ada pernyataan resmi mengenai pengembalian dana tiket, permintaan maaf terbuka, maupun kejelasan siapa pihak yang bertanggung jawab atas gagalnya lomba nasional tersebut. ***

Reporter: Redaksi