Incinerator Mulai Diuji di TPS Guru Agung I, Pemkab Kaur Cari Terobosan Atasi Sampah

Gusril Pauzi saat meninjau mesin incinerator di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Desa Guru Agung I, Kecamatan Kaur Utara, Kamis (15/1/2026)/Kabardaring
Penulis: Redaksi
Jumat, 16 Januari 2026 | 09:45:37 WIB

KABAR DARING – Pemerintah Kabupaten Kaur mulai menguji pendekatan baru dalam pengelolaan sampah dengan mengoperasikan mesin incinerator di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Desa Guru Agung I, Kecamatan Kaur Utara, Kamis (15/1/2026). Langkah ini diambil di tengah meningkatnya volume sampah dan keterbatasan lahan pembuangan akhir.

Uji coba tersebut dipantau langsung oleh Bupati Kaur Gusril Pausi, didampingi Wakil Bupati Abdul Hamid, Sekda Dr. Nasrur Rahman, para asisten, staf ahli, serta sejumlah kepala OPD.

Bupati Gusril menilai teknologi pembakaran sampah ini dapat menjadi salah satu solusi jika terbukti aman dan efektif.

“Kalau incinerator ini benar-benar bisa bekerja efisien dan tidak menimbulkan dampak lingkungan, tentu akan kami dorong untuk diterapkan juga di kecamatan lain yang mengalami persoalan serupa,” ujarnya.

Ia menegaskan persoalan sampah tidak bisa lagi ditangani dengan cara lama. Pertumbuhan penduduk dan pola konsumsi membuat timbulan sampah terus meningkat, sementara ruang pembuangan semakin terbatas.

“Kebersihan lingkungan berpengaruh langsung pada kualitas hidup masyarakat. Karena itu, kita harus berani mencoba teknologi baru,” kata Gusril.

Pemkab Kaur berharap TPS Guru Agung I dapat menjadi titik awal pengelolaan sampah modern di wilayah eks Kecamatan Kaur Utara.

“Target kita jelas, persoalan sampah berangsur teratasi dan lingkungan menjadi lebih bersih,” tegas Bupati.

Namun ia juga mengingatkan bahwa teknologi tidak akan berhasil tanpa dukungan warga.

“Masyarakat harus berubah. Jangan buang sampah sembarangan. Gunakan TPS dan, kalau bisa, pilah sampah dari rumah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kaur, Junaidi, menjelaskan mesin incinerator tersebut mampu mengolah hingga dua ton sampah per hari, dengan catatan sampah kaca dan besi dipisahkan terlebih dahulu.

“Untuk sampah basah dan kering bisa langsung dibakar, tapi memakai ruang bakar yang berbeda,” jelasnya.

Mesin ini bekerja dengan sistem pembakaran bersuhu tinggi, mencapai 800 hingga 1.000 derajat Celsius, sehingga volume sampah menyusut drastis menjadi abu.

“Dengan suhu setinggi itu, zat berbahaya bisa tereliminasi. Bahkan panas yang dihasilkan berpotensi dimanfaatkan sebagai energi,” kata Junaidi.

Ia menambahkan, kekhawatiran soal pencemaran udara telah diantisipasi dengan sistem penyaringan.

“Asap tidak langsung dilepas ke udara. Ia melewati filter air terlebih dahulu, sehingga lebih aman bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Uji coba di Desa Guru Agung I ini ditargetkan menjadi pilot project. Jika berhasil, Pemkab Kaur akan menyiapkan mesin serupa di kecamatan lain.

“Kalau efektif, ini bisa menjadi tonggak baru pengelolaan sampah di Kaur,” pungkas Junaidi. ***

Reporter: Redaksi