Warga Kepahiang Dilanda Longsor dan Kebakaran, Begini Respon Bupati Zurdi Nata

Bupati Kepahiang, Zurdi Nata saat meninjau ke lokasi terdampak/Kabardaring
Penulis: Redaksi
Jumat, 02 Januari 2026 | 12:09:37 WIB

KABAR DARING - Musibah yang melanda Kabupaten Kepahiang membuat Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, S.IP didampingi Wakil Bupati Kepahiang Ir. Abdul Hafizh, bergerak menuju lokasi, pada Jumat (2/1/2026) pukul 09.00 WIB.


Dalam kunjugannya, ia didampingi jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkungan Pemkab Kepahiang untuk menuju ke sejumlah lokasi. Diantaranya musibah kebakaran di Desa Tebat Monok yang menimpa rumah milik Ipon.

Kemudian, musibah tanah longsor di Kelurahan Padang Lekat yang menimpa rumah milik Dovi, serta kebakaran sejumlah bangunan di Kelurahan Pasar Ujung yang dialami Hidayat.

Bupati saat memberikan bantuan pasca panik

Dalam kesempatan tersebut, menyempatkan diri berbincang langsung dengan korban kebakaran dan tanah longsor serta mendengarkan kronologi kejadian.

Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan dukungan moril agar korban kebakaran tetap tabah dalam menghadapi cobaan.

“Kepada keluarga yang tertimpa musibah, baik kebakaran maupun tanah longsor, kami berharap agar dapat bersabar dan tabah menghadapi cobaan ini. Semoga Allah SWT menggantinya dengan yang lebih baik,” kata Bupati.

Musibah tanah longsor

Terkait musibah longsor di Padang Lekat dan kebakaran di Pasar Ujung, Bupati mengatakan pemerintah daerah saat ini masih melakukan peninjauan serta pendataan awal terhadap dampak kerusakan yang terjadi.

“Intinya kami turut berduka. Untuk saat ini pemerintah daerah melakukan peninjauan dan pendataan terlebih dahulu. Ke depan akan disiapkan bantuan sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ujarnya.

Tak lupa Bupati juga mengimbau kepada masyarakat, untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran terutama yang diakibatkan oleh konsleting listrik maupun api terbuka. Termasuk menghadapi cuaca ekstrem.

“Kita perlu terus mengedukasi masyarakat agar tidak mendirikan bangunan di daerah rawan longsor maupun bencana lainnya. Dengan begitu, risiko dan dampak musibah dapat diminimalisir,” demikian Bupati. ***

Reporter: Redaksi