BNPB Catat Bangun 1.050 Hunian Sementara Warga Aceh
KABAR DARING - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan penanganan pascabencana banjir di Aceh terus bergerak ke fase lanjutan. Sedikitnya 1.050 unit hunian sementara (huntara) mulai direalisasikan sebagai langkah awal pemulihan bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto menyampaikan, pembangunan huntara merupakan bentuk partisipasi antara BNPB, TNI, dan Danantara. Dari 1.050 unit. Di antaranya 600 unit dikerjakan oleh Danantara, sementara 450 unit lainnya dibangun langsung oleh BNPB.
“Jadi per hari ini, yang terbangun adalah 1.050 unit,” ujar Suharyanto saat memaparkan laporan perkembangan penanganan bencana di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto.
Di sisi lain, Suharyanto mengakui, hasil pendataan sementara jumlah rumah dengan kategori rusak berat di Aceh mencapai 61.795 unit. Diantaranya 23.432 unit rumah tercatat mengajukan permohonan untuk mendapatkan hunian sementara.
Sedangkan, 11.414 orang memilih tinggal bersama keluarga. Untuk kelompok warga tersebut, pemerintah telah menyalurkan bantuan dana sewa rumah sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga per bulan selama tiga bulan, yakni untuk periode Desember, Januari, dan Februari.
“Dua hari yang lalu sudah kami salurkan dananya,” tambah Suharyanto.
Selain hunian sementara terpusat, BNPB juga menyediakan skema hunian sementara mandiri. Skema ini ditujukan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat namun memilih tidak berpindah ke lokasi hunian terpusat, sehingga pembangunan dilakukan secara terpencar di lokasi masing-masing.
“Ini pun kami layani, dan sudah mulai dibangun,” tutup Surhayanto. ***