×

Pencarian

17 Februari Jadi Penentu! Simak Perbedaan Metode Rukyat Hilal dan Hisab Astronomi

KABARDARING.ID - Awal puasa Ramadan 2026 segera ditentukan. Kementerian Agama menjadwalkan sidang isbat pada Selasa, 17 Februari 2026, forum resmi yang akan memutuskan kapan umat Islam Indonesia mulai berpuasa.

Sidang ini bukan sekadar formalitas. Di dalamnya, dua pendekatan besar bertemu: hisab (perhitungan astronomi super presisi) dan rukyat (pengamatan langsung hilal di lapangan).

Metode hisab mengandalkan kalkulasi matematis posisi bulan dan matahari. Dengan teknologi modern dan data astronomi detail, posisi hilal bisa diprediksi jauh hari sebelumnya.

Sebaliknya, rukyat hilal dilakukan dengan memantau langsung kemunculan bulan sabit pertama setelah matahari terbenam pada 29 Sya’ban. Kini, proses ini tak lagi hanya mengandalkan mata telanjang, tetapi juga teleskop dan kamera berteknologi tinggi.

Jika hilal terlihat dan memenuhi kriteria, Ramadan dimulai esok harinya. Jika tidak, bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari.

Indonesia memilih pendekatan integratif menggabungkan kekuatan sains dan tradisi syariat. Data hisab dipaparkan lebih dulu, lalu diverifikasi dengan laporan rukyat dari berbagai titik pemantauan di seluruh Tanah Air. Hasil akhirnya diputuskan dalam musyawarah tertutup.

Sejumlah kalender astronomi memang memprediksi 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 19 Februari 2026. Namun kepastian tetap menunggu keputusan resmi pemerintah.

Satu tanggal, satu keputusan, satu awal puasa. Semua mata kini tertuju pada hasil sidang isbat 17 Februari. ***