Iyud Siapkan 'PWI Bantu Rakyat', Siap Gandeng Gubernur Bengkulu Wujudkan Aksi Nyata untuk Masyarakat

Bakal Calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu periode 2026–2031, Iyud Dwi Mursito/KabarDaring.ID
Penulis: Redaksi
Minggu, 12 Juli 2026 | 00:54:32 WIB

KABARDARING.ID – Bakal Calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu periode 2026–2031, Iyud Dwi Mursito, memperkenalkan gagasan PWI Bantu Rakyat, sebuah program yang dirancang untuk memperluas peran organisasi wartawan agar lebih hadir di tengah masyarakat.

Menurut Iyud, PWI tidak cukup hanya fokus pada peningkatan kompetensi dan perlindungan profesi wartawan. Organisasi juga harus mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

"PWI harus hadir di tengah rakyat, mendengar persoalan mereka, lalu ikut membantu mencarikan solusi melalui jaringan dan kolaborasi yang dimiliki," ujar Iyud.

Melalui program tersebut, ia menyiapkan berbagai kegiatan sosial, mulai dari bantuan bagi korban bencana, pendampingan masyarakat kurang mampu, bantuan pendidikan, donor darah, layanan kesehatan, hingga advokasi terhadap persoalan pelayanan publik.

Ia menilai wartawan memiliki posisi strategis karena setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat dan mengetahui berbagai persoalan yang terjadi di lapangan.

"Jangan berhenti setelah persoalan diberitakan. PWI harus ikut mendorong penyelesaiannya," katanya.

Untuk merealisasikan program itu, Iyud menyatakan siap membangun sinergi dengan Gubernur Bengkulu, pemerintah kabupaten dan kota, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi sosial, hingga komunitas masyarakat agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

Meski membuka ruang kolaborasi, Iyud menegaskan independensi wartawan tetap menjadi prinsip utama yang tidak bisa ditawar.

"Berkolaborasi bukan berarti kehilangan sikap kritis. Wartawan tetap menjalankan fungsi kontrol sosial, namun dalam urusan kemanusiaan kita harus bisa bekerja bersama," tegasnya.

Selain aksi sosial, PWI Bantu Rakyat juga akan menghadirkan program edukasi publik seperti literasi media, pelatihan jurnalistik bagi pelajar, kampanye anti-hoaks, perlindungan perempuan dan anak, serta sosialisasi bahaya judi online dan penyalahgunaan narkoba.

Sebagai bentuk keseriusan, Iyud juga berencana membentuk tim khusus di tubuh PWI yang bertugas menerima aduan masyarakat, memverifikasi persoalan, menghubungkan dengan pihak terkait, serta mengawal penyelesaiannya.

Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya rapat atau kegiatan seremonial, tetapi dari manfaat nyata yang dirasakan anggota dan masyarakat.

"Saya ingin PWI benar-benar hadir di tengah rakyat. Ketika masyarakat menghadapi kesulitan, PWI harus menjadi salah satu organisasi yang ikut bergerak membantu," pungkasnya.

Reporter: Redaksi