29 Jemaah Haji Kepahiang Resmi Dilepas, Pesan Haru Bupati Zurdi Nata Jadi Sorotan
KABARDARING.ID - Sebanyak 29 jemaah haji asal Kabupaten Kepahiang resmi dilepas keberangkatannya oleh Bupati Kepahiang, H. Zurdi Nata, S.Ip, pada Kamis (23/4/2026) di Masjid Baitul Hikmah.
Dalam sambutannya, Bupati Zurdi Nata menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan spiritual yang sarat ujian dan pelajaran hidup. Ia menyebutkan, tidak semua orang mendapatkan kesempatan menjadi tamu Allah untuk menunaikan rukun Islam kelima tersebut.
Oleh karena itu, Bupati berpesan kepada seluruh jemaah agar meluruskan niat, mempersiapkan diri secara lahir dan batin, serta mengikuti arahan dan bimbingan petugas haji agar pelaksanaan ibadah berjalan tertib dan lancar.
“Keberangkatan bapak dan ibu sekalian merupakan nikmat yang patut disyukuri sekaligus amanah besar yang harus dilaksanakan sebaik-baiknya. Saya juga menitipkan doa untuk Kabupaten Kepahiang yang kita cintai ini,” ujar Zurdi Nata.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Kepahiang, Harlen Devis Munandar, M.Ag, menjelaskan bahwa sebelumnya usulan kuota calon jemaah haji (CJH) Kepahiang berjumlah 44 orang. Namun, alokasi kuota yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Bengkulu hanya mencakup 9 kuota reguler dan 1 kuota lansia, yang kemudian ditambah 19 kuota cadangan.
“Total 29 jemaah ini terdiri dari Kecamatan Kepahiang sebanyak 11 orang, Tebat Karai 5 orang, Bermani Ilir 5 orang, Muara Kemumu 1 orang, Ujan Mas 1 orang, Merigi 3 orang, dan Kabawetan 3 orang. Jemaah tertua adalah Paimin, 81 tahun, asal Kabawetan, dan yang termuda Weni, 41 tahun, asal Merigi,” jelas Harlen.
Lebih lanjut, Harlen menyampaikan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M mengutamakan pelayanan bagi jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, serta jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.
“Petugas haji akan memberikan pendampingan khusus bagi jemaah lansia, disabilitas, dan jemaah yang sakit. Saya selaku ketua kloter Embarkasi Padang akan berupaya memaksimalkan pendampingan selama jemaah menjalankan ibadah di Tanah Suci,” tutupnya.