Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau, 8 Korban Ditemukan Tewas

Helikopter sipil PK-CFX di wilayah Sekadau, Kalimantan Barat, ditemukan di lokasi terjatuh/KabarDaring.ID
Penulis: Redaksi
Sabtu, 18 April 2026 | 11:02:00 WIB

KABARDARING.ID – Tragedi jatuhnya helikopter sipil PK-CFX di wilayah Sekadau, Kalimantan Barat, berakhir pilu. Seluruh delapan korban yang sempat dinyatakan hilang akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Helikopter milik PT Matthew Air Nusantara itu berhasil ditemukan setelah operasi pencarian intensif yang melibatkan tim gabungan dari TNI Angkatan Udara dan Badan SAR Nasional.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU, I Nyoman Suadnyana, mengungkapkan bahwa seluruh korban berhasil dievakuasi pada Jumat (17/4/2026) dari lokasi jatuh yang berada di kawasan perbukitan dan hutan lebat.

“Tim berhasil mengevakuasi delapan korban yang semuanya telah meninggal dunia dari lokasi kejadian,” ujarnya.

Proses evakuasi berlangsung dramatis. Medan berat, hutan lebat, serta akses yang terbatas membuat tim harus bekerja ekstra hati-hati demi keselamatan personel.

Seluruh jenazah kemudian dibawa ke Lanud Supadio untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Helikopter sipil PK-CFX

Helikopter tersebut dilaporkan hilang kontak pada Kamis (16/4/2026) saat terbang dari Sintang menuju Kubu Raya.

Berdasarkan data penerbangan:

07.37 WIB: Lepas landas

08.39 WIB: Mengirim sinyal darurat

09.15 WIB: Hilang kontak

10.43 WIB: AirNav Indonesia menetapkan status darurat (DETRESFA)

Tak lama kemudian, serpihan helikopter ditemukan sekitar 3 kilometer dari titik terakhir kontak oleh tim udara menggunakan helikopter NAS-332 Super Puma milik TNI AU.

Daftar Korban

Helikopter nahas tersebut membawa delapan orang:

Capt. Marindra Wibowo (Pilot)

Harun Arasyid (Engineer)

Patrick K. (Malaysia)

Victor T.

Charles L.

Joko C.

Fauzie O.

Sugito


Misteri Penyebab Kecelakaan

Hingga kini, penyebab pasti jatuhnya helikopter masih dalam penyelidikan. Pihak berwenang terus melakukan pendalaman untuk mengungkap faktor teknis maupun kondisi penerbangan sebelum insiden terjadi.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia turut menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh keluarga korban.

Tragedi ini kembali menjadi pengingat keras akan risiko tinggi penerbangan di wilayah dengan kondisi geografis ekstrem seperti Kalimantan Barat. ***

Reporter: Redaksi