Reses DPRD Lebong Dapil III Diserbu Aspirasi! Perkebunan hingga Infrastruktur Jadi Sorotan
KABARDARING.ID – Reses Anggota DPRD Kabupaten Lebong Daerah Pemilihan (Dapil) III pada Masa Sidang Ke-I Tahun 2026 dipenuhi berbagai aspirasi masyarakat. Isu perkebunan hingga pembangunan infrastruktur kembali menjadi perhatian utama warga.
Kegiatan penjaringan aspirasi ini digelar di Kantor Camat Topos, Kabupaten Lebong, Sabtu siang (11/04/2026), dan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Lebong, Alpi Haryono, bersama sejumlah anggota DPRD Dapil III.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Herdi Siswanto, Oka Mahendra, Revi Doyosi Debi Sanca Irama, serta Pika Pernandes. Selain itu, Camat Topos, perwakilan Dinas Pertanian, serta tokoh masyarakat dari Kecamatan Topos, Rimbo Pengadang, dan Lebong Selatan juga ikut menyampaikan aspirasi.

Ketua Komisi II, Alpi Haryono menegaskan bahwa reses merupakan kewajiban anggota dewan untuk menyerap langsung kebutuhan masyarakat sebagai bahan perjuangan di parlemen.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa menampung aspirasi masyarakat di Dapil III untuk diperjuangkan di gedung parlemen,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, aspirasi yang disampaikan masyarakat masih didominasi persoalan klasik, yakni sektor perkebunan dan infrastruktur. Meski demikian, sebagian usulan sebelumnya telah mulai direalisasikan.
“Untuk perkebunan, masyarakat mengusulkan pembibitan kopi unggulan. Sementara infrastruktur seperti irigasi Air Baloy, jembatan di Tik Sirong, hingga irigasi Air Buah juga menjadi perhatian. Semua kami tampung dan akan kami perjuangkan,” jelasnya.
Di tengah kondisi efisiensi anggaran saat ini, pihaknya berharap masyarakat dapat memahami situasi tersebut. Namun, ia memastikan bahwa DPRD tetap berkomitmen memperjuangkan setiap aspirasi yang disampaikan.
“Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar setiap aspirasi ini bisa kami realisasikan demi kemajuan daerah,” tambahnya.

Suasana reses berlangsung cukup dinamis dan terbuka. Warga tampak aktif berdialog dan menyampaikan keluhan, sehingga berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat mulai menemukan titik terang.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat terus terjalin, meski tantangan pembangunan masih terus dihadapi. ***