Bengkulu di Zona Bahaya! Ancaman Gempa Megathrust Mengintai, Pemprov & TNI Siaga Penuh

Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Korem 041/Gamas menggelar rapat koordinasi penting di Aula Merah Putih Kantor Gubernur, Kamis (9/4)/KabarDaring.ID
Penulis: Redaksi
Jumat, 10 April 2026 | 09:51:54 WIB

KABARDARING.ID – Ancaman bencana besar kembali jadi sorotan! Provinsi Bengkulu yang berada di jalur rawan gempa dunia kini memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi megathrust yang bisa terjadi kapan saja.

Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Korem 041/Gamas menggelar rapat koordinasi penting di Aula Merah Putih Kantor Gubernur, Kamis (9/4), guna mematangkan langkah antisipasi bencana.

Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Korem 041/Gamas menggelar rapat koordinasi penting di Aula Merah Putih Kantor Gubernur, Kamis (9/4)

Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menegaskan bahwa posisi Bengkulu yang berada di kawasan Ring of Fire membuat wilayah ini sangat rentan terhadap gempa besar dan tsunami.

“Kalau bencana terjadi, Bengkulu harus siap. Ini butuh kolaborasi semua pihak,” tegasnya.

Secara geografis, Bengkulu berada di pesisir barat Sumatra dan langsung berhadapan dengan Samudra Hindia, zona rawan gempa megathrust yang berpotensi memicu tsunami besar.

Komandan Korem 041/Gamas, Brigjen TNI Jatmiko Aryanto, mengungkapkan bahwa latihan ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah langkah serius untuk menyatukan kekuatan semua pihak.

“Kita sinkronkan semua instansi, termasuk BPBD, agar saat bencana terjadi, semua sudah siap bergerak,” jelasnya.

Latihan kesiapsiagaan ini juga dilakukan serentak di tiga provinsi: Bengkulu, Lampung, dan Sumatera Barat.

Megathrust dikenal sebagai gempa besar akibat pergeseran lempeng tektonik yang bisa memicu bencana dahsyat dalam waktu singkat.

Dengan kondisi ini, Bengkulu dituntut untuk tidak lengah. Kesiapsiagaan menjadi kunci agar dampak bencana bisa diminimalkan.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memahami langkah evakuasi jika terjadi gempa atau tsunami. Karena satu hal yang pasti, bencana tidak bisa diprediksi, tapi bisa diantisipasi. ***

Reporter: Redaksi