RSKJ Soeprapto Bengkulu Genjot Rehabilitasi, Pasien Dibekali Keterampilan Hidup

Kunjungan Pemerintah Provinsi Bengkulu yang diwakili Asisten I Setda Bidang Pemerintahan dan Kesra, Khairil Anwar, Senin (30/3) di RSKJ Soeprapto/KabarDaring.ID
Penulis: Redaksi
Senin, 30 Maret 2026 | 14:02:50 WIB

KABARDARING.ID – Pelayanan kesehatan di RSKJ Soeprapto dipastikan tetap berjalan maksimal selama libur Lebaran. Hal ini ditegaskan saat kunjungan Pemerintah Provinsi Bengkulu yang diwakili Asisten I Setda Bidang Pemerintahan dan Kesra, Khairil Anwar, Senin (30/3).

Dalam peninjauan tersebut, Khairil hadir bersama sejumlah pejabat terkait untuk memastikan kesiapan layanan, mulai dari tenaga medis hingga fasilitas penunjang. Ia menegaskan bahwa tenaga kesehatan tetap siaga meskipun memasuki masa libur panjang.

“Pelayanan tidak boleh berhenti. Rumah sakit tetap siaga penuh untuk memastikan pasien mendapat penanganan optimal,” tegasnya.

Kunjungan Pemerintah Provinsi Bengkulu yang diwakili Asisten I Setda Bidang Pemerintahan dan Kesra, Khairil Anwar, Senin (30/3) di RSKJ Soeprapto

Saat ini, sekitar 200 pasien menjalani perawatan di rumah sakit jiwa tersebut dengan beragam kondisi. Pemerintah memastikan seluruh pasien mendapatkan layanan menyeluruh, mulai dari terapi medis, perawatan harian, hingga proses pemulihan sebelum kembali ke keluarga.

Tak hanya itu, kondisi fasilitas rumah sakit juga mendapat perhatian khusus. Khairil menyebut, lingkungan rumah sakit kini jauh lebih layak bersih, rapi, dan nyaman, bahkan sejumlah ruangan telah dilengkapi pendingin udara untuk meningkatkan kenyamanan pasien.

Di sisi lain, dukungan dari BPJS Kesehatan juga menjadi bagian penting dalam menjamin akses layanan. Kepala Bagian Kepesertaan BPJS Kesehatan Bengkulu, Ricco Hanggara, memastikan sistem pelayanan dan pembiayaan tetap aktif setiap hari.

“BPJS memastikan masyarakat yang membutuhkan perawatan tetap mendapatkan jaminan layanan secara cepat dan terkoordinasi,” ujarnya.

Direktur RSKJ Soeprapto, Herry Permana, menekankan pendekatan humanis dalam pelayanan. Ia memastikan setiap pasien diperlakukan dengan layak dan bermartabat.

“Pasien dipulangkan dalam kondisi siap—bersih, rapi, dan terawat. Prinsip kami jelas, memanusiakan manusia,” ungkapnya.

Pendekatan serupa juga diterapkan dalam penanganan pasien di ruang perawatan. Petugas mengedepankan komunikasi yang tenang dan membangun kepercayaan agar pasien lebih kooperatif dalam menjalani terapi.

Lebih dari sekadar pengobatan, RSKJ Soeprapto juga membekali pasien dengan keterampilan praktis sebagai bagian dari rehabilitasi. Mulai dari bercocok tanam, membuat minuman herbal, menjahit, hingga kerajinan tangan diberikan agar pasien memiliki bekal saat kembali ke masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Yasman Syahrul, menegaskan bahwa program ini bertujuan mendorong kemandirian pasien.

“Pasien tidak hanya sembuh secara medis, tetapi juga memiliki kemampuan untuk hidup mandiri dan produktif,” jelasnya.

Pemerintah pun kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak lagi melakukan pemasungan atau pengucilan terhadap penderita gangguan jiwa. Dukungan keluarga dan lingkungan dinilai menjadi kunci utama dalam proses pemulihan.

“Jangan dijauhi atau dikucilkan. Justru dukungan dari keluarga dan masyarakat sangat menentukan keberhasilan pemulihan mereka,” tutup Khairil. ***

Reporter: Redaksi