KABARDARING.ID - Kejadian memilukan yang terjadi di RSUD Lebong, di mana jenazah pasien terpaksa dibawa pulang menggunakan mobil pick up akibat tak tersedianya ambulans, bakal memicu tindakan tegas dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong.
Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah (Setda) Lebong, Noris Herpiko S.IP mengatakan, sudah menjadi atensi Bupati Lebong, Azhari dengan memanggil pihak manajemen RSUD Lebong terkait adanya insiden tersebut.
"Direktur dalam hal ini juga menyampaikan permohonan maaf akan melaksanakan perbaikan managemen secara keseluruhan," ujar Noris melalui keterangan persnya, Selasa (24/3/2026).
Tak hanya itu, Noris mengatakan, pihak manajamen RSUD nanti diminta mengevaluasi kepala ruangan jenazah dan sopir ambulans yang dinilai lalai dalam menjalankan tugas. Meskipun sopir ambulans berasal dari Outsourching atau pihak ketiga.
"Mengenai Kejadian ini adalah mis komunikasi dan kekurang pahaman petugas kami, maka dengan ini kami atas nama pemerintah kabupaten menyampaikan mohon maaf lahir bathin kepada keluarga dan kepada seluruh masyarakat,” jelas Noris.
Selain itu, Pemkab Lebong akan mengevaluasi manajemen mobil ambulans se-kabupaten Lebong.
"Kejadian yang terjadi ini menjadi pembelajaran berharga bagi kami, sehingga kami bisa memperbaiki pelayanan kesehatan kedepannya dan kami akan selalu berusaha, semoga kejadian ini tidak terulang lagi di masa yang akan datang,” demikian Noris. ***