Pemprov Bengkulu Bentuk Pokja Mangrove untuk Lindungi Ekosistem Pesisir

Pembentukan Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD)/KabarDaring.ID
Penulis: Redaksi
Rabu, 11 Maret 2026 | 18:50:06 WIB

KABARDARING.ID – Pemerintah Provinsi Bengkulu mengambil langkah strategis dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir dengan membentuk Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD). Pembentukan tim tersebut ditandai dengan pelaksanaan lokakarya yang digelar di Hotel Santika Bengkulu, Rabu (11/3).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, yang menegaskan bahwa keberadaan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan di wilayah pesisir.

Menurutnya, pembentukan kelompok kerja ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, akademisi, serta berbagai pihak terkait dalam pengelolaan dan pelestarian mangrove di Bengkulu.

“Mangrove memiliki fungsi strategis bagi kawasan pesisir, baik sebagai pelindung alami dari abrasi pantai maupun sebagai habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna,” ujar Herwan.

Pembentukan Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD).

Ia juga menekankan bahwa upaya menjaga ekosistem mangrove tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi memerlukan dukungan aktif dari masyarakat melalui kegiatan edukasi lingkungan, rehabilitasi lahan, hingga penanaman mangrove secara berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pengukuhan pengurus Kelompok Kerja Mangrove Daerah Provinsi Bengkulu Tahun 2026. Pembentukan organisasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya rehabilitasi dan perlindungan hutan mangrove di wilayah pesisir Bengkulu.

Adapun susunan pengurus KKMD Provinsi Bengkulu dipimpin oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bengkulu Safnizar sebagai ketua, sementara posisi sekretaris dijabat oleh Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Ketahun Remran.

Selain itu, sejumlah pejabat teknis dari DLHK Provinsi Bengkulu dan BPDAS Ketahun turut dilibatkan dalam berbagai bidang kerja, mulai dari rehabilitasi hutan mangrove hingga monitoring, evaluasi, penelitian, dan pengembangan.

Melalui pembentukan kelompok kerja tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap upaya pelestarian mangrove dapat berjalan lebih terarah, terkoordinasi, dan berkelanjutan. Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir sekaligus melindungi masyarakat dari dampak kerusakan lingkungan di kawasan pantai. 

Reporter: Redaksi